Kamis, 12 Desember 2019 |
Wisata & Budaya

Wabup Tanjabtim Kecewa, di Perayaan Mandi Safar Pejabat Pemprov Jambi Tak Hadir

Rabu, 23 Oktober 2019 19:17:30 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Pelaksanaa Mandi Safar Festival di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menimbulkan kekecewaan bagi Wakil Bupati H. Robby Nahliyansyah dan masyarakat setempat.

Pasalnya, kegiatan yang sudah diagendakan setiap tahunnya itu, tidak dihadiri oleh pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, seperti Gubernur atau yang mewakili. Selain itu, festival kebudayaan itu juga tidak dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Provinsi Jambi, tapi hanya dihadiri salah satu Kepala Bidang (Kabid) nya.

Wabup Robby dalam wawancaranya sangat menyayangkan ketidakhadiaran dari pejabat Pemprov. Pasalnya, tiap tahun pelaksanaan Mandi Safar Festival OPD Pemprov Jambi nampaknya enggan untuk hadir.

"Padahal kami Pemerintah Daerah dan masyarakat menyiapkan semua fasilitasnya, baik itu kendaraan, penginapan, bahkan masyarakat pun telah menyiapkan makannya," ungkapnya dengan nada kecewa.

Kehadiran pejabat Pemprov itu sangat penting bagi event ini. Karena dengan adanya mereka masyarakat Air Hitam Laut setidaknya bangga, dan dapat memacu semangat masyarakat pada event ini.

"Kalau bicara pembiayaan pada event ini secara real tidak akan cukup APBD Tanjabtim. Maka tanpa bantuan masyarakat, acara juga tidak akan sukses," sebutnya.

Hargailah apa yang menjadi keinginan masyarakat. Masayarakat itu ingin dilihat, dan masyarakat itu ingin ditemui. Maka dari itu, diharapkan kepada Bapak Gebernur Jambi beserta jajaran, pada tahun yang akan datang bisa hadir pada Mandi Safar Festival ini.

"Ini dipersiapkan bukan cukup satu hari. Persiapan ini bahkan sampai satu bulan lebih. Biar kenapa, agar tamu kita dari provinsi dan pengunjung bisa puas," cetusnya.

Wabup berharap, kegiatan Mandi Safar Festifal ini bisa menjadi event nasional. Namun saat ini, nama mandi safar terbentur dengan kabupaten/kota dan provinsi yang ada di Indonesia. Maka dari itu, untuk event mandi safar pada tahun mendatang, akan diganti dengan Air Hitam Laut Festival.

"Pergantian nama ini berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan Tokoh Adat, Tokoh Agama dan masyarakat Desa Air Hitam Laut serta instansi terkait," tukasnya.

 

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top