Jumat, 23 Agustus 2019 |
Hukum

Tunjukkan Sikap Solidaritas, AJI Jambi Turun Ke Jalan Kecam Remisi Pembunuh Wartawan di Bali

Jumat, 25 Januari 2019 20:28:43 wib
Teaterikal dalam Aksi AJI Jambi (Jum'at. 25/01/2019) Foto: Rohmayana/AJI JAMBI

JAMBIDAILY HUKUM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi turut mengecam atas remisi yang diterima I Nyoman Susrama Pembunuh wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa (Jum'at, 25/01/2019).

Protes yang disampaikan AJI Jambi, menolak sekaligus meminta Presiden Jokowi untuk mencabut Keppres Nomo 29 tahun 2018 tentang pemberian remisi kepada I nyoman Susrama. 

"Kami dengan tegas menolak dan mengecam pemberian remisi untuk pelaku pembunuhan terhadap Prabangsa. Kami tidak terima. Presiden Jokowi harus segera mencabut Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama," tegas Ketua AJI Jambi Ramon Eka Putra.

"Ini bentuk solidaritas dan perlawanan kami. Dan aksi kami tidak akan berhenti sebelum Kepres itu dicabut," pungkasnya menambahkan, sebagaimana dilansir metrojambi.com (Jum'at, 25/01/2019)

Aksi AJI Jambi di simpang empat Bank Indonesia perwakilan provinsi Jambi, kawasan Telanaipura tersebut selain orasi juga membawa spanduk-spanduk dan teaterikal serta pembacaan puisi.

Sebelumnya AJI Indonesia merilis bahwa Menanggapi keluarnya keputusan presiden itu dengan sikap, sebagai berikut:

  1. Mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis. Fakta persidangan jelas menyatakan bahwa pembunuhan ini terkait berita dan pembunuhannya dilakukan secara terencana. Susrama sudah dihukum ringan karena jaksa sebenarnya menuntutnya dengan hukuman mati, tapi hakim mengganjarnya dengan hukuman seumur hidup.
  2. Kebijakan presiden yang mengurangi hukuman itu melukai rasa keadilan tidak hanya keluarga korban, tapi jurnalis di Indonesia.
  3. Meminta Presiden Joko Widodo mencabut keputusan presiden pemberian remisi terhadap Susrama. Kami menilai kebijakan semacam ini tidak arif dan memberikan pesan yang kurang bersahabat bagi pers Indonesia. AJI menilai, tak diadilinya pelaku kekerasan terhadap jurnalis, termasuk juga memberikan keringanan hukuman bagi para pelakunya, akan menyuburkan iklim impunitas dan membuat para pelaku kekerasan tidak jera, dan itu bisa memicu kekerasan terus berlanjut. 

Abdul Manan, Ketua AJI Indonesia dalam video rilisnya menegaskan bahwa kebijakan yang terjadi akan membuka ruang atas kekerasan-kekerasan terhadap wartawan di masa mendatang

"Kami kecewa dengan keluarnya remisi dari presiden kepada Susrama pelaku pembunuhan wartawan radar bali, Memberikan keringanan hukuman bukan hanya melukai keluarga korban namun juga kami para wartawan. Dengan memberikan keringanan sama dengan menunjukkan signalitas tidak bersahabat dan tidak mendukung iklim kemerdekaan pers di Indonesia," Ungkap Abdul Manan, Kamis (24/01/2019)

"Kekecewaan kami juga, kebijakan semacam ini bisa mendorong kultur impunitas. dimana pelaku kekerasan itu merasa seperti mendapat angin dan membuat mereka kurang jera untuk melakukan hal serupa. Itulah sebab kami minta Keppres itu dicabut," Tegas Abdul Manan.

Berikut Beberapa Foto Aksi AJI Jambi (Jum'at, 25/01/2019)/Foto: Rohmayana/AJI JAMBI.

 

(Hendry Noesae)

 

Berita Terkait:
AJI Kecam Remisi Terpidana Pembunuhan Jurnalis

KOMENTAR DISQUS :

Top