Jumat, 23 Agustus 2019 |
Jurnal Publik

TNI Membangun Negeri, Jalan Baru Wujudkan Mimpi Warga Desa Ladang Peris Menuju Kesejahteraan

Jumat, 09 Agustus 2019 16:44:54 wib
Foto: Jambidaily.com/Hendry Noesae/Pendim 0415 Batanghari dan Penrem 042 gapu/Tim Media TMMD Ke-105 tahun 2019

JAMBIDAILY JURNAL - Seorang lelaki bergegas bangun dari tidur di rumah sederhana namun terlindungi dari dingin hujan juga teriknya panas. Itupun bukan milik pribadi, dia hanyalah menumpang karena kebaikan hati orang lain dan dapat ditempatinya bersama sang Istri serta satu anaknya. Saat menuju dapur akan ke kamar mandi telah terlihat sang istri menyiapkan sepiring makanan ringan berupa goreng singkong dan gelas berisi kopi belum terisi air telah tertata di selembar tikar beranyam pandan menutupi lantai, sementara ditungku pengapian terlihat panci sedang berisi air yang belum mendidih.

Keluar dari kamar mandi, Lelaki ini mencium aroma harum dari khasnya kopi panas yang telah menanti untuk dinikmati, seusai berpakaian dan menunaikan Ibadah Sholat Subuh, ditemani sang Istri menyantap sarapan pagi. Tidak membutuhkan waktu lama, dengan senyum manis dan semangat meraup rezeky untuk kelansungan hidup keluarga, Lelaki bernama Sriyono menuju kebun, yang juga bukan miliknya, dia hanya diupah dari jasa menyadap karet.

Melewati jalan kecil berukuran "Jalan Setapak" gunakan kendaraan roda dua menembus hutan sudah menjadi aktivitas biasa keseharian, sebagian besar warga Desa Ladang Peris Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari provinsi Jambi. Selain penyadapan, juga membawa hasil pertanian melalui jalan tersebut. Tentunya membutuhkan waktu yang lama karena berulang-ulang, belum lagi saat musim hujan, jalan menjadi sangat licin. Sementara jika ingin lebih banyak dalam proses mobilisasi hasil, maka menggunakan kendaraan roda empat, namun jalan lebih jauh, butuh waktu panjang berjarak 7 Kilometer.

Walaupun jarak yang jauh, itu menjadi pilihan satu-satunya warga mengangkut berbagai macam hasil pertanian dengan resiko kompensasi biaya lebih besar, sangat kecil bahkan tidak berimbang untung yang akan didapat, misalkan disaat ini semakin merosotnya harga jual karet. Sudah pasti harapan terbesar warga memiliki akses tempuh pengangkutan lebih dekat dan luas dengan begitu kecil biaya, pada akhirnya berimbas pada hasil yang lebih baik.   

Mimpi warga Desa Ladang Peris, akan menjadi nyata saat datangnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) datang membawa Misi Kemanunggalan bersama rakyat, dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menuju Visi Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

"Sriyono adalah warga saya di RT 13 Desa Ladang Peris, Sriyono benar-benar tidak memiliki rumah. Itu yang ditempati hanyalah menumpang rumah milik orang lain, maka saya sangat bersyukur ada TMMD sehingga warga kami terbantu, kini miliki rumah sendiri, Alhamdulillah," Ujar Saefuddin, Ketua RT 13 Desa Ladang Peris.

Ada baiknya, coba kita lihat gambaran Desa Ladang Peris. Dinamakan Desa Ladang Peris karena Sebutan 'Ladang Peris' merupakan hadiah dari Belanda pada masa lalu, Ladang berarti Kebun dan Peris diambil dari nama sungai yang mengalir disana.

Desa Ladang Peris berdiri dan terbentuk sejak tahun 1960 dengan jumlah penduduk 981 Kepala Keluarga, Kepala Desa pertama ialah Lakak (1960-1990), Ismet Isnono (1990-1991), Herman Teguh (1991-2007), A.Dunun (2007-2013) dan Sujarno (2013 s.d sekarang).

Secara administrasi Desa Ladang Peris termasuk dalam wilayah kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, terletak dibagian utara provinsi Jambi dan berada di wilayah perlintasan jalan.

Desa Ladang Peris memiliki luas 6400 Hektar berada pada posisi 1,68344 S Lintang Selatan 103.09969 E Bujur Timur dengan perbatasan wilayah: Sebelah utara dengan Desa Panerokan dan Bajubang, Sebelah Selatan dengan Desa Mulya Jaya, Sumber Mulya dan Markanding, Sebelah Barat dengan Desa Pompa Air dan Sungkai, Sebelah Timur dengan Desa Panerokan dan Tanjung Pauh KM 39.

Adapun Orbisitas atau Jarak Desa Ladang Peris dengan antar Ibukota: Kecamatan 1,5 KM, Kabupaten 17 KM dan Provinsi 50 KM.

Secara Topografi Desa Ladang Peris Desa Ladang Peris dilihat secara umum mayoritas area datar dan sedikit perbukitan yang dialiri sungai-sungai kecil. Mayoritas area dataran rendah dan sedikit perbukitan yang dialiri sungai-sungai kecil. didominasi perkebunan karet disamping kebun sawit sebagai komoditas kedua dengan iklim tropis sehingga mempengaruhi pola perekonomian penduduk. 

Desa Ladang Peris, Terdiri dari 14 RT Terbagi dalam 4 Dusun yaitu Dusun Peris Baru, Dusun Simpang Peris, Dusun Simpang Jambi dan Dusun Gotong Royong.

Pendataan terakhir yang ada di Pemerintah Desa Ladang Peris, mencatat jumlah penduduk 2.855 Jiwa, 1.490 laki-laki dan 1.365 Perempuan dalam 826 Kepala Keluarga dengan mayoritas mata pencaharian adalah perkebunan dan pertanian.

Dari letak dan posisinya Desa Ladang Peris berada dalam komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI Angkatan Darat yaitu Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya, teritorial Komando Resor Militer (Korem) 042/Garuda Putih, tepat khususnya wilayah binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0415/Batanghari.

Pada TMMD Ke-105 tahun 2019 yang berlangsung tanggal 10 Juli hingga 8 Agustus 2019, Desa Ladang Peris menjadi salah satu dari 5 (lima) tempat, yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten tulang Bawang, Kabupaten batanghari dan kota Bengkulu, yang mendapatkan sentuhan misi TNI di kawasan Sumatera Bagian Selatan, wilayah Kodam II/Sriwijaya.

Ini menjadi momentum dan bukti nyata TNI hadir, berasal dan bersama Rakyat, tak terkecuali dalam teritorial Komando Komando Resor Militer 042/Garuda Putih, tepatnya wilayah binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0415/Batanghari Provinsi Jambi.

Desa Ladang Peris, satu desa diantara 8 kecamatan, 14 kelurahan dan 110 desa di Kabupaten Batanghari. Desa Ladang peris terletak di kecamatan Bajubang, pemilk luas 1.203,51 meter persegi, berjarak sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh jalur darat sekira 70 menit dari Muara Bulian pusat kabupaten yang berada di bagian Timur Provinsi Jambi tersebut, dan 55 kilometer dari kota Jambi, memakan waktu tempuh 1 Jam 50 Menit.

Sosok humanis Komandan Kodim 0415/Bth, Letkol Inf Widi Rahman SH M.Si mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, mengingat tujuan mulia dan komitmennya dalam kemanunggalan TNI untuk menyongsong kesejahteraan bagi kehidupan warga Desa Ladang Peris lebih baik lagi kedepannya.

Sebagai bukti pengabdian TNI kepada Rakyat, juga sebagai program strategis untuk mendukung program pemerintah. Widi berharap melalui kegiatan TMMD dapat membantu progam percepatan pembangunan di daerah pinggiran dengan tujuan mewujudkan kemanunggalan TNI diwujudkan dengan cara membangun infrastruktur jalan antar kampung. 

Selaku Dansatgas, Widi menyiapkan sebanyak 150 personel terdiri dari anggota Kodim, anggota Yonif R 142/KJ, Yon Zikon, anggota Polres, unsur Pemkab dan masyarakat setempat. Tujuan dilaksanakannya untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sasaran fisik maupun sasaran non fisik.

"Mereka melaksanakan program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD, yang bertujuan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sasaran fisik maupun sasaran non fisik. TMMD kali ini diselenggarakan oleh Kodim 0415/Batanghari Korem 042 Gapu. Sasaran fisik maupun sasaran non fisik sebagai salah satu wujud bakti TNI kerjasama lintas sektoral antara TNI, kementerian atau lembaga pemerintah maupun non kementerian dan Pemda setempat sekaligus komponen lainnya secara terpadu maupun berkesinambungan dalam upaya akselerasi pembangunan di daerah," Terang Letkol Inf Widi Rahman.

Menurutnya, Personel bersama rakyat melaksanakan program tersebut berupa sasaran fisik, pembuatan jalan Desa Ladang Peris sepanjang 3 kilometer dan lebar 12 meter yang melintasi dua anak sungai sehingga ada pembuatan jembatan kayu dua unit di lokasi yang sama, pemasangan gorong-gorong sebanyak enam titik, dan bedah rumah warga sebanyak 34 Unit termasuk beragam sasaran Non fisik

"TMMD merupakan program kerjasama lintas sektoral antara TNI dengan kementerian, pemda dan komponen bangsa lainnya. TMMD ini merupakan progam kerjasama lintas sektoral antara TNI, kementrian/lembaga pemerintah non kementrian dan pemda serta komponen bangsa lainnya. Ini dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya bantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah. Sistem “bottom up planing” dan ditindaklanjuti dengan sistem “top down” kerjasama dan koordinasi dengan Pemda Batanghari maupun instansi terkait. Tidak itu saja, partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan akan tercapainya tujuan TMMD yang berdaya guna dan berhasil guna," Beber Letkol Inf Widi Rahman.

"Semuanya itu, guna memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh. Sementara tema TMMD kali ini, “Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa, Kita Tingkatkan Imunitas Bangsa Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Dalam proses realisasi perbaikan RTLH melibatkan TNI dari Kodim 0415 Batanghari, dan bergotong royong dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan TMMD ini, masyarakat akan terbantu dalam segala aspek, baik infrastuktur, ekonomi dan waktu. Karena salah satu tujuan kita mengadakan TMMD, yakni untuk mempercepat pembangunan di daerah pedesaan, kawasan tertinggal dan daerah-daerah yang terisolir" ujar Letkol Inf Widi Rahman.

Karena itu, dia juga mengajak kepada masyarakat sekitar, terutama di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari agar bergotong royong untuk membangun rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah. Masyarakat sekitar yang beruntung mendapatkan bantuan bedah rumah berukuran 5X7 meter, dengan bangunam semi permanen.

TMMD menjadi jawaban dan terwujudnya impian warga Desa Ladang Peris, atas penantian yang begitu lama. Kabar itu menghiasi senyum dan kebahagian Sriyono. Terlebih dia bukan mendapatkan program bedah rumah tetapi dibuatkan rumah yang menjadi miliknya bersama keluarga, istana baru, utuh dan akan menjadi peneduh hingga akhir hayatnya.

Kebahagian itu tidak hanya Sriyono dan 33 Kepala Keluarga lainnya penerima Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tetapi bagi 800 lebih kepala keluarga lainnya, karena akan ada jalan baru sepanjang 3 kilometer dan lebar 12 meter, bagi kemudahan akses mobilisasi hasil pertanian dan kebun.

Rupanya jalan baru benar-benar menjadi jalur 'surga' bagi warga, selain mempermudah lalulintas ekonomi juga menghiasi ceria para orang tua yang anaknya bersekolah. Jalan kecil dan setapak menjadi pilihan utama, mengantarkan anak-anak menimba ilmu berhadapan dengan resiko terjerembab ke jalan di kala hujan berpagarkan ilalang serta pohon-pohon. TMMD memupuk kekuatan tekad generasi muda Desa Ladang Peris, telah diberikan kemudahan dengan hadirnya Jalan baru.

"Kami sungguh-sungguh bahagia, warga merasakan itu atas jalan baru yang buka karena tidak hanya jalur perekonomian. Tetapi juga, kemudahan kami mengantar anak-anak ke sekolah, dulu resiko saat hujan menjadi kekhawatiran tertinggi kalau akan melintasi jalan setapak tersebut. Dulu 7 Kilometer dan berputar, kini hanya 3 kilometer saja. Lebih dekat, aman dan lancar, terima kasih kami kepada TNI," Cerita Saefuddin, Ketua RT 13. 

Camat Bajubang Ichwan mengatakan jalan baru yang dibuka oleh TMMD yang ke 105 Kodim 0415/Bth sangat bermanfaat bagi masyarakat desa Ladang Peris. Lebih khusus RT 13 lebih mudah lagi untuk ke kantor Desa dan ke kecamatan "Karena lebih pintas dan bisa di akses petani karet dan sawit. Dengan dibukanya jalan baru kendaraan besar khususnya mobil bisa masuk. Jadi selama ini, jalan cuma bisa di akses dengan motor, dengan dibukanya jalan baru mobil bisa masuk dan mempermudah angkutan hasil dari perkebunan masyarakat," Ungkapnya.

Setelah dibuka pada 11 Juli 2019 Oleh secara resmi oleh Bupati Batanghari, Ir H Syahirsah Sy, kini tibalah batas akhir program TMMD Ke-105 dan ditutup pada 8 Agustus 2019 oleh Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu, Kolonel Arh Elphis Rudy Msc SS di Lapangan Desa Ladang Peris Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari.

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Irwan, dalam sambutan yang dibacakan oleh Danrem 042/Gapu, menjelaskan selama satu bulan kegiatan TMMD ke-105 ini sejak dibuka pada 10 Juli 2019 yang lalu, para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat Pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras,  guna  mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. 

"Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang merupakan  roh perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara. Kemanunggalan ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh," Ungkap Pangdam II/Sriwijaya.

Pujian datang dari Danrem 042/gapu seusai upacara penutupan mengajak masyarakat terus menjaga Kemanunggalan TNI dan Rakyat, hasil TMMD Ke-105 Kodim 0415/Bth terselenggara dengan baik. 

"Hasilnya telah terselenggara dengan baik fisik dan ada 30 sasaran non fisik, kemudian ada juga sasaran tambahan. Tujuan TMMD ini untuk mempercepat pembangunan di Daerah, untuk mempercepat atau terciptanya kesejahteraan yang ada di masyarakat terutama di Desa Ladang Peris, dan bagaimana TNI semakin manunggal bersama rakyat. Pesan kami kepada masyarakat, pelihara terus kemanunggalan TNI dan Rakyat, apa yang sudah dikerjakan agar dipelihara dengan baik. Baik sasaran fisik maupun non fisik yang sudah disampaikan dalam berbagai penyuluhan dan tetap sebagai masyarakat yang memelihara harmonisasi," Tutup Danrem.

Disisi Lain, Pemerintah kabupaten Batanghari, selaku Bupati Ir H Syahirsah Sy, tak henti-hentinya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih baik disaat pembukaan juga penutupan, atas terselenggaranya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 tahun 2019 di Desa Ladang Peris.

"Kerja sama antara Pemda Batanghari dengan Kodim 0415/Batanghari, salah satunya Bedah rumah. Kerja sama bedah rumah, pemerintah diuntungkan soal upah untuk tukang karena yang kerja Tentara. Selain dari sisi upah yang dapat dipangkas hingga kisaran 20-30 persen, juga tidak ada temuan kesalahan ataupun tidak tepat sasaran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kita hanya membeli bahan, semen, pasir, kerikil, papan dan sebagainya. Upah itu adalah komponen yang besarnya 20 - 30 persen nilainya bangunan. Alhamdulillah tidak pernah ada temuan dari BPK, artinya itu bagus,” Ungkap Syahirsah, seusai upacara pembukaan TMMD, di Lapangan Desa Ladang Peris (Kamis, 11/07/2019).

"Pada kesempatan ini saya atas nama pemerintah kabupaten Batanghari, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga lebih khusus lagi Kodam II/Sriwijaya, lebih khusus lagi Korem 042/Gapu dan terlebih khusus lagi Kodim 0415/Bth atas kerjasamanya selama ini, pada hari ini resmi TMMD di Kabupaten Batanghari di tutup oleh Pak Danrem. Saya berharap kerjasama yang terjalin dapat terus berlanjut karena merasakan manfaat dari hasil TMMD. Sekali lagi terima kasih yang tak terhingga kerjasama yang baik ini dapat berlanjut terus di masa-masa akan datang, karena kita merasakan betul manfaat adanya TMMD ini," Tambah Syahirsah.

Disinggung tentang penilaiannya terhadap target yang dikerjakan oleh Satgas TMMD Kodim 0415/Bth, baik itu kegiatan fisik dan non fisik,? "Alhamdulillah ini melebihi target, Over target malahan baik fisik maupun nonfisik, malahan sampai ada pembangunan rumah baru, ini luar biasa, terima kasih," Pungkas Syahirsah.

Pemerintah Desa Ladang Peris, yaitu Kepala Desa, Sujarno mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah setempat karena Program TMMD yang terlaksana didesanya sangat membantu dan warga juga bersyukur mendapat berbagai bantuan melalui TMMD, khususnya warga yang kurang mampu.

"Masyarakat sangat mendukung kegiatan TMMD, Aparatur Desa Ladang Peris sendiri saya pastikan tidak ada mendapat bantuan bedah rumah. Tidak ada sama sekali, yang mendapat bantuan itu murni bagi masyarakat yang sangat membutuhkan," kata Sujarno.

Kebahagiaan tak mampu ditutupi Sriyono saat menerima kunci rumah secara simbolis dari Danrem 042/gapu didampingi Bupati Batanghari, Dandim 0415/bth dan unsur Forkompimda. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya. "Saya ucapkan terima kasih kepada Kodim Batanghari dan pemerintah daerah Kabupaten Batanghari yang sudah bangun Rumah saya. Terima kasih pak," ucapnya kepada Danrem 042/Gapu.

Adapun nama-nama warga yang mendapat bantuan bedah rumah; Sudiyana, Utomo (RT 01), Sugiyanto,  Susanto, Tamnah, Supriyanto, Iskandar (RT 02), Abdullah, Akhmad, Mulyadi (RT 03), Syafi'i, Afrizal (RT 04), Sugito, Sumarlan (RT 05), Juriyani, Heri Syarifudin (RT 06). Sementara di RT 07 ada Rohkmat, Kusnin. Sriyono, Mulyadi, Agus R (RT 08), Mamat, Slamet, Triyono, Poniran (RT 09), Mat Yamin (RT 10), Adiyanto, Teguh Kusyeri (RT 11). Lalu Rito, Supar, Soleh (RT 12), Akhmat, Agus Julasto (RT 13) dan Sumana (RT 14).

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0415/Batanghari sekaligus Dansatgas TMMD Reguler Ke-105 tahun 2019 Kodim 0415/Batanghari, menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD Kodim Batanghari dapat berjalan lancar dan seluruh sasaran fisik juga non fisik berjalan dengan sempurna. “Jiwa semangat gotong royong masyarakat sangat tinggi hal ini dapat terlihat dari semangat ikut serta masyarakat dalam menyelesaikan program serta antusias. Kemudian Dukungan moril dan materil dari semua pihak sangat positif dan sangat bermanfaat dalam memperlancar kegiatan ini,” tuturnya.
 
“Adapun hasil pelaksanaan fisik, pembuatan jalan sepanjang 3 Km dan seluas 12 Meter, pembuatan jembatan kayu 2 unit, memasang gorong-gorong 6 titik, bedah rumah sebanyak 34 unit. kegiatan nonfisik sebanyak 14 Penyuluhan, terdiri dari Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Pelayanan Kesehatan, Pertanian, Pendidikan, Hukum dan Kamtibmas, Narkoba, Keagamaan, Bahaya Teroris dan Paham Radikalisme, Perikanan, Peternakan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kegiatan PKK dan Pelayanan Publik serta penyuluhan kebentukan,” terangnya.

Besarnya tekad dan keinginan TNI khususnya Kodim 0415/bth Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, jalan baru yang awalnya sepanjang 3 Kilometer ditambah hingga hasil akhir menjadi 3,5 Kilometer.
 
“Sasaran tambahan yaitu penambahan pembuatan jalan sepanjang 500 meter, pemasangan keramik di Mushola Baitul Mukmin, Pembuatan Tugu Prasasti TMMD," Pungkas Letkol Inf Widi Rahman.

Ditulis: Hendry Nursal

 

 

Berita Terkait
Sentuhan Hangat Dandim 0415/bth TNI Datang Rombak Wajah Ladang Peris Menuju Kesejahteraan

 

KOMENTAR DISQUS :

Top