Jumat, 23 Agustus 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Tim Tanjabtim Peduli Berikan Bantuan Kaki Palsu Kepada Penderita Tunadaksa

Selasa, 30 Juli 2019 21:07:48 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Keterbatasan fisik atau tunadaksa yang dialami seseorang terkadang membuatnya terbatas dalam melakukan kegiatan sehari. Walaupun dapat dilakukan, akan tetapi caranya mungkin tidak semudah yang dilakukan orang lain yang memiliki fisik sempurna.

Keterbatasan fisik tersebut contohnya cacat pada bagian kaki yang mengakibatkan orang tersebut sulit untuk berjalan normal seperti orang-orang pada umumnya.

Untuk meringankan beban serta membantu agar saudara-saudara kita yang mengalami tunadaksa tersebut dapat beraktivitas layaknya orang biasa walaupun kemungkinan tidak seratus persen sama, oleh karenanya pihak Tanjab Timur Peduli bersama Baznas Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memberikan bantuan berupa kaki palsu kepada masyarakat tidak mampu yang kali ini berlokasi di Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim.

Sebelumnya pihak Tanjab Timur Peduli telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas Muara Sabak Timur yang mana di lingkup puskesmas ini terdapat tiga penerima bantuan kaki palsu dari tim Tanjab Timur Peduli. Dari tiga penerima bantuan kaki palsu tersebut, dua orang di antaranya telah lebih dahulu menerima kaki palsu dari pihak Tanjab Timur Peduli bekerja sama dengan pihak Baznas Kabupaten Tanjabtim.

Sementara satu orang penerima bantuan kaki ini belum dapat menggunakan kaki palsu yang diharapkan, oleh karena yang bersangkutan harus terlebih dahulu melakukan pengukuran awal untuk pembuatan kaki palsu. Dimana pengukuran tersebut bertujuan untuk mencetak pola dan ukuran kaki yang nantinya akan digunakan. Pembentukan pola kaki ini sendiri menggunakan median semen gypsum yang mana proses pembuatannya dilakukan secara manual, yang nantinya akan digunakan sebagai cetakan.

Arafik selaku ketua tim Tanjab Timur Peduli mengatakan, bantuan kaki palsu tersebut sebelumnya sudah kita lakukan terhadap dua warga Sabak Timur atas nama Ijal dan Titin. Namun disaat penggunaannya masih terdapat sedikit kendala, setelah diukur kaki palsu tersebut perlu direparasi lagi karena kurang pas.

Selanjutnya pihak Tanjab Timur Peduli pun berkoordinasi dengan pihak Baznas Tanjabtim serta menghubungi pihak pencetak kaki palsu ini yang berada di wilayah Bandung. Akan tetapi pihak pencetak kaki palsu tersebut menjelaskan bahwasannya kaki palsu yang telah dibuat tersebut tidak bisa lagi untuk direparasi baik itu ukuran maupun bentuknya, dan alternatif satu-satunya harus di membuat ulang kaki palsu tersebut.

"Untuk kaki yang lama mungkin dikembalikan ke Baznas, sementara gantinya dilakukan pengukuran ulang dan kaki baru," jelasnya.

Dikatakannya pula, dalam proses pengukuran untuk kaki palsu dilakukan secara manual. Sejauh ini sudah tiga orang penerima bantuan kaki palsu yang telah dilakukan pengukuran.

Untuk diketahui, Tanjab Timur Peduli akan siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan pengobatan dan akan dibantu biaya tunggu pasien, sementara untuk biaya pengobatan berkoordinasi dengan Baznas pendampingan dibantu dengan PMI.

"Namun dengan catatan sepengetahuan dan rekomendasi dari pemerintah setempat," ujarnya.

Selain bantuan kaki palsu, melalui Tanjab Timur Peduli juga tengah membantu pengobatan bocah Antika Ramadhani (8) asal Rantau Rasau mengidap tumor Cosinus dan saat ini sudah dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

"Saat ini sudah ditangani dan menjalani perawatan, dan mendapatkan pendampingan," katanya.

Selain Tim Tanjab Timur Peduli, dalam bantuan pengobatan Bocah tersebut juga melibatkan, Baznas, PMI, dan pengurusan BPJS melalui pemerintah Desa setempat.

Sementara itu Aisyah (27) Warga Kelurahan Sabak Ilir Rt 04 satu dari penerima bantuan kaki palsu yang sejak lahir mengalami cacat pada kedua kakinya.

Dengan adanya bantuan tersebut, dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim Tanjab Timur Peduli dan Pemerintah, dengan bantuan tersebut sehingga dirinya dapat memiliki kaki seperti orang lainnya. Dan dapat merasakan berjalan seperti orang pada umumnya.

"Sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan ini, akhirnya saya dapat merasakan bagai mana berjalan seperti orang pada umumnya," ujarnya dengan mata berkaca kaca.

Sementara itu Kapala Puskesmas Muara Sabak Timur Ida Royani melalui program Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS PK) ini, kita sudah ada tiga bantuan kaki palsu. Dengan bekerja sama bersama Tanjung Jabung Peduli dan Baznas Harapan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan kekompakan tim untuk membantu masyarakat.


Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top