Selasa, 12 November 2019 |
Ekonomi

Pupuk Semangat Kreatif, Pertamina Hadir Berikan Senyum Tinah dan Para Ibu-Ibu di Kampung Legok

Sabtu, 28 September 2019 13:08:33 wib
Gondo Irawan, Saat Berkunjung ke Rumah Batik/Foto: endry Noesae/Jambidaily.com

JAMBIDAILY EKONOMI - SKK Migas-PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, hadir di Kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dengan cara memupuk semangat kreatif yang pada akhirnya mampu memberikan peningkatan ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga.

Legok menjadi tujuan bukanlah tanpa alasan, karena angkernya wilayah yang sempat mendapat label kampung narkoba bahkan mencuat secara nasional sebagai 'area merah'. Tidak mudah agar warga tak tergiur terhadap manisnya nilai transaksi yang begitu besar. Terlepas dari itu semua, tentu sudah tugas bersama bagi setiap elemen masyarakat di Indonesia, khususnya provinsi Jambi, menjaga anak-anak terhindar dari ganasnya peredaran narkoba.

Komitmen membantu pemerintah sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Pertamina datang dalam upaya membentengi hal tersebut dengan cara peningkatan sumber daya manusia bagi kampung legok, melalui CSR yaitu berupa Pemberdayaan kelompok masyarakat batik dan Pemberdayaan kelompok pemuda sablon.

Pertamina EP Jambi Field Manager, Gondo Irawan menuturkan bahwa dalam pemberdayaan itu rangka menciptakan stigma positif masyarakat dan juga banyak potensi unggulan bisa dikembangkan, dengan memberikan pendampingan intensif.

"Hingga kini kami sudah membina dua kelompok yaitu Kelompok Batik Sipin Jajaran dan Kelompok Sablon Putra Sipin Jajaran, juga mendirikan Rumah Batik di Komplek Kantor Kelurahan Legok. Tidak hanya itu program-program berkelanjutan turut digelar seperti Festival Batik Bersinar (Barisan Anti Narkotika, Bersih dari Narkoba-red) setiap bulannya yang bertujuan untuk mencegah penggunaan narkoba bagi anak-anak dan pelajar," Ujar Gondo Irawan. 

Gondo Irawan, mengakui bukan perkara mudah merubah wajah kampung legok sebagai area kerajinan, misalkan seperti yang dilakukan saat ini yaitu menjadikan salah satu sentra wisata batik di kota Jambi, pada masa akan datang.

"Setidaknya, walaupun belum 100 persen berubah, namun sudah mulai tampak perubahan secara signifikan di kawasan legok, salah satu wujud monumentalnya dengan kami mendirikan Rumah Batik dalam usaha menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sentra wisata batik di Kota Jambi," jelas Gondo Irawan.

jambidaily.com (Kamis, 26/09/2019) mendapat kesempatan berkunjung bersama jajaran Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, terlihat bangunan kokoh berdiri dengan papan nama tertera Rumah Batik Kawasan Pendampingan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Legok.

Memasuki bagian dalam ruangan kami langsung disuguhkan etalase kaca nan cantik bersusun hasil karya, mulai dari kain, baju hingga lacak dihiasi beragam motif. Dibeberapa sudut dinding tergantung juga pernak-pernik anyaman bertuliskan ajakan dan himbauan bahaya narkoba serta untuk menjauhinya.

Tinah selaku ketua kelompok menyambut dengan ramah dan mendampingi rombongan melihat hasil karya-karya kreatif dari para anggota yang didominasi ibu-ibu rumah tangga, sekaligus membeberkan proses pembuatan. Terasa Istimewa ketika awak media yang hadir diberikan kesempatan untuk mencoba membuat batik tulis, ternyata tidak mudah karena dibutuhkan tingkat konsentrasi, ketenangan serta ketelitian mumpuni dalam pengerjaannya.

"Rumah batik, telah mematenkan satu motif 'Bajubang' karya asli dari kami, namun hasil batik juga ada motif lainnya dengan cara beli yaitu Motif 66, Seluang Mudik, Biota Laut dan motif-motif lepas," Terang Tinah.

Tinah ialah Ibu rumah tangga berusia 42 Tahun, menceritakan secara detail awal berdiri hingga saat ini memiliki suka duka tersendiri, bahkan harus berhadapan dengan Suami. "Awalnya pasti marah, lebih dari 6 bulan saya berusaha memupuk keyakinan suami. Suami saya awalnya sempat mempertanyakan, terkait rumah batik ini. Sepertinya dia bukan melarang, tetapi mungkin khawatir karena tanggung jawab tidak ringan, memimpin yang awalnya 25 orang anggota, saat ini ada 18 orang dengan latar belakang didominasi oleh ibu-ibu," Jelas Ibu dari tiga orang anak tersebut.

Anggota rumah batik, pertamanya beranggotakan 25 orang karena perbedaan tempat tinggal yang juga diluar Kampung Legok, usai mengikuti pelatihan untuk anggota kini khusus warga Kampung Legok "Mereka hanya belajar saja, sementara yang anggota kita fokuskan peningkatan perekonomian warga kampung legok. Pendekatan dilakukan Persuasif dengan mengajak secara langsung. Setelah bergabung ada yang pada akhirnya mundur dan ada yang tetap bergabung bersama," Tambahnya.

Setiap anggota akan mendapat hasil berupaya gaji berdasarkan kategori upah dalam pengerjaan batik dari tahap-tahap seperti Mempola, Mencanting, Mencolet, Mewarnai, Menembok dan Melorot. Walaupun bisa mengerjakan semua proses tersebut, anggota diberikan tanggung jawab berbeda agar hasil lebih maksimal.

"Dalam satu bulan, rata-rata mereka mendapat hasil 300 ribu rupiah. Untuk yang telah kita kerjakan dalam tahun ini sudah lebih 300 lembar kain terjual dan lebih 100 lembar kain saat ini persediaan kita yang siap dipasarkan. Pola pemasaran masih lokal kota Jambi, baik Online maupun Offline di Jambi, seperti menjualnya di Toko Oleh-oleh khas Jambi, disamping itu juga aktif mengikuti ajang-ajang pameran sejak berdirinya rumah batik ini pada April 2018," Tutur Tinah, yang telah memiliki pengetahuan batik namun tidak memiliki wadah. 

Tinah mengakui dengan adanya CSR Pertamina dalam pengembangan rumah batik, mampu memberikan peningkatan ekonomi "Jauh berbeda dari sebelumnya, dari perekonomian yang kurang maksimal sekarang saya bisa menambah pendapatan di rumah tangga, apalagi anak saya tiga dan bersekolah. Kami juga berharap pemerintah daerah dapat turut melirik kelompok Rumah Batik di Kampung Legok, supaya dikenal secara luas dan terus meningkatkan perekonomian bagi kami," Kata Tinah, menjawab jambidaily.com.

"Jika nanti setelah 5 Tahun, walaupun tidak lagi didampingi oleh Pertamina, harapan tetap terus mendukung kami. Rumah batik ini sangat membantu dan saya merasakannya, bisa merubah perekonomian juga merubah citra kampung legok sehingga orang luar yang masuk kesini tidak takut lagi," Pungkasnya menambahkan.

Pada kesempatan ini, Tinah bersama kelompok di rumah batik tidak hanya puas dengan motif-motif yang telah diproduksi saat ini namun akan terus bangkit dan berkarya membuat motif-motif baru, nanti diluncurkan Oktober 2019 salah satunya motif 'Pompa Angguk' yaitu peralatan khas industri yang banyak dipergunakan oleh perusahaan migas.

 


(Hendry Nursal)

KOMENTAR DISQUS :

Top