Selasa, 17 September 2019 |
Wisata & Budaya

Pesawat RI 005 di Halaman Depan Musem Perjuangan Rakyat Jambi

Selasa, 10 Oktober 2017 09:15:00 wib
POJOK MUSEUM - Replika RI 005 merupakan pesawat yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Jambi mempertahankan dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia di tahun 1948. RI 005 merupakan sejenis pesawat Catalina, yaitu pesawat amfibi dengan 2 mesin baling-baling buatan Pratt & Whitney yang mampu membawa ranjau laut, aneka bom, terpedo, dan senapan mesin kaliber 50 mm. Pesawat ini pertama kali diluncurkan pada bulan Maret 1935 dan terus diproduksi hingga tahun 1940-an oleh Perusahaan Consolidated Aircraft & American Aircraft Manufactures. 
 
Ralph Richard Cobley
Pesawat Catalina RI 005 awalnya milik seorang mantan penerbang RAAF (Royal Australian Air Force) bernama R.R. Cobley yang disewa oleh Dewan Pertahanan Daerah Jambi untuk kepentingan perjuangan. Atas prakarsa TNI Sub Territorium Djambi (STD) disewa pesawat Catalina milik Cobley yang beregister Australia YHROP dan langsung digantinya menjadi register Indonesia RI 005. Catalina RI 005 yang sarat dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia mengemban tugas menghubungi Komando Sub Territorium Djambi dengan Komandemen Sumatera di Bukittinggi, pemindahan perwira-perwira tinggi dan menengah dari Yogyakarta, dan mengirim barang-barang dari Komandan Resimen Sub Territorium Djambi (STD) untuk kebutuhan militer Pemerintah Republik Indonesia di Yogyakarta. Selain membawa senjata, makanan, pakaian, dan perlengkapan militer serta sipil, pesawat ini sebagai jembatan penghubung antara Kota Jambi dan kota-kota lainnya, seperti Bukittinggi, Prapat, Banda Aceh, Tanjung Karang, Yogyakarta, dan Singapura. 
 
Saat Kota Jambi diduduki Belanda pada 29 Desember 1948 pesawat Catalina ini belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan mesin dan masih berada di Sungai Batanghari. 
 
Upaya untuk memperbaiki pesawat dilakukan Cobley bersama mekanik Jon Londa dan seorang penumpang bernama Prangko dengan mencari suku cadang pesawat di Singapura. Dalam upaya memperbaiki pesawat ini, RI 005 mengalami kecelakaan, jatuh menabrak tongkang yang ditenggelamkan melintangi sungai sebagai upaya mencegah masuknya tentara Belanda ke pedalaman Jambi. Dalam kecelakaan tersebut pilot R.R Cobley dan mekanik Opsir Muda Udara John Londa tewas ikut tenggelam ke dasar Sungai Batanghari  pada 28 Desember 1948.
 
Dalam upaya mengenang peran RI 005 dalam mempertahankan kemerdekaan dilakukan pencarian reruntuhan pesawat Catalina tersebut dari dasar Sungai Batanghari. Hasil temuan berupa sebagian patahan pesawat, seperti sayap, sebagian mesin, dan lain-lain di kedalaman lumpur Sungai Batanghari dijadikan monumen tonggak sejarah perjuangan rakyat Jambi. (Budi Prihatna).
 
 
Sumber: Arsip Museum Perjuangan Rakyat Jambi

KOMENTAR DISQUS :

Top