Selasa, 17 September 2019 |
Ekonomi

Pasar Parit 3 Rusak Parah, Pemkab Dinilai Tutup Mata

Kamis, 09 Juni 2016 20:16:58 wib
Pasar Tumpah (ilustrasi google.co.id)

JAMBIDAILY EKONOMI-Kondisi Pasar Parit 3  Kualatungkal Tanjabbar kondisinya memprihatinkan. Selain tidak terurus, Pasar yang dibangun pada 2002 itu telah lapuk terlihat plapon dan tiang penyangga bangunan nyaris rubuh, berpotensi  membahayakan para pedagang.

Angota Komisi II, DPRD Tanjabbar, Hj. Nur Asiah, menyanyangkan kondisi tersebut, dan menilai kurangnya perhatian Pemkab terhadap kelayakan pasar tradisional tersebut.

Kondisi ini juga dinilai berpengaruh pada minat pembeli dan antusias para pedagang. Menurutnya daya beli di pasar yang disediakan pemkab membuat para pedagang juga mulai mengeluh, dan mulai meninggalkan lapak-lapak yang disediakan oleh Pemkab.

"Ini juga akan berdampak pada preolehan PAD pada sektor tersebut,"jelas Politisi wanita ini kepada jambidaily.com, Kamis 09 Juni 2016.

Kerusakan pada atap pasar, lapak para pedagang, hingga Tiang penyangga, membuat kondisi pasar semakin semrawut sehingga mengurangi kenyamanan para pedagang bahkan para pembeli.

Bahkan bukan hanya pasar Parot 3, kondisi pasar tanggo rajo ilir, Ulu, bahkan Parit satu hususnya pasar di dalam kota Kualatungkal masih jauh dibawah nyaman, baik fasilitas umun hingga akses jalan.

"Kami berjanji, masalah ini  akan menjadi perhatian khusus dewan kedepan. "tegas politisi PKB ini.

Kondisi para pedagang makin tidak nyaman ketika adanya lapak-lapak liar di pinggir jalan, dan terkesan ada pembiaran.  Ini tentu pasar yang dibangun pemkab dengan dana milyaran rupiah akan mati.

"Pasar tumpah atau pasar liar jelas mengganggu pendapatan para pedagang dan pemkab sendiri. Kami dari DPRD mendukung, penertiban pasar tumpah yang tidak diatur dalam lokasi pedagang, kasian pedagang yang sudah ngontrak di pasilitas pemerintah, kalau ini dibiarkan  tutup saja pasarnya, sama-sama dagang di Jalan, atau sama-sama taat aturan. Ini harus ada tindakan tegas dari pemkab atau dinas terkait," tandasnya dengan nada kesal.

Kita juga mendesak Pemkab untuk memperbaiki segera kerusakan fasilitas pasar.

Salah satu pedagang sayur, Mira (40) kepada awak media mengatakan, kondisi pasar sejak dibangun pada tahun 2002 silam hingga sekarang terkesan tidak ada perawatan.  Begitupun dengan penertiban pedagang lapak dadakan di sekitar jalan.

"Ya benar pak sejak adanya pasar tumpah dipinggir jalan kami semakin sepi, dulu hampir seluruh lapak penuh dengan pedagang dan ramai dikunjungi pembeli, tapi sejak adanya lapak lapak di pinggir jalan lambat laun pasar jadi sepi, kami harap pemerintah daerah dapat mencari solusinya,"harap wanita parubaya ini.

Penulis    : Reza
Editor     : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top