Jumat, 23 Agustus 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Kerap Bercinta Bikin Miss V Makin Longgar, Mitos atau Fakta?

Selasa, 13 Agustus 2019 07:44:03 wib
Miss V longgar kerap dikaitkan dengan frekuensi berhubungan seks (Foto: iStock)

JAMBIDAILY INTIM, Kesehatan - Keluhan miss V terasa longgar kerap kali dikatakan pria atau wanita, karena terkait langsung dengan kepuasan seksual. Bagi wanita, kalimat tersebut bahkan bisa menimbulkan kesan kurang baik.

Menurut dokter ahli kandungan Dr Nicole Bullock, vagina longgar sebetulnya tidak ada alias mitos. Hal serupa juga ditujukan pada hubungan seks terlalu sering, yang kerap dikatakan sebagai penyebab vagina longgar. Hubungan seks tidak ada yang terlalu sering, kecuali terjadi tanpa persetujuan pihak perempuan.

"Vagina sebetulnya sangat elastis dan mampu mengakomodasi yang terjadi pada tubuh perempuan. Vagina bisa membesar saat berhubungan seks, menggunakan tampon, alat kontrasepsi, dan ketika melahirkan," kata Dr Bullock dikutip dari Refinery29.

Senada dengan Dr Bullock, dokter ahli kandungan Lauren Averbuch MD juga menilai vagina longgar adalah ungkapan yang tidak tepat. Hal ini menunjukkan salah paham terkait otot di vagina. Menilai vagina longgar adalah sebuah penghinaan bagi perempuan.

"Saya ingin masyarakat paham vagina tersusun atas banyak otot, yang menyusun dasar pinggul seorang perempuan. Otot ini bisa dalam kondisi rileks dan tegang bergantung pada kondisi sekitar vagina. Hal inilah yang menyebabkan otot vagina lebih akomodatif," kata Averbuch.

Otot dasar pinggul dalam kondisi rileks saat perempuan terangsang, namun lebih kencang saat wanita dalam kondisi sebaliknya. Memang ada beberapa hal yang bisa membuat otot vagina menjadi lebih lemah misal menopause, luka trauma, dan kanker di bagian kandungan. Namun secara umum otot vagina yang makin lemah bisa diperbaiki dengan senam kegel atau fisioterapi.

Dalam kondisi yang lebih serius, dokter biasanya menyarankan operasi atau tindakan medis lain. Hal ini biasa ditandai dengan perempuan yang tidak bisa mengendalikan keinginan buang air kecil. Averbuch mengingatkan perempuan jangan sampai tertipu obat atau terapi yang dikatakan mampu mengencangkan otot vagina. Produk yang manfaatnya belum dijamin tersebut bisa berisiko buruk bagi kesehatan perempuan.

 

 

(up/up)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top