Selasa, 17 September 2019 |
Nasional

Jambi Zona Merah Perkawinan Anak, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional

Selasa, 20 Agustus 2019 19:39:51 wib

JAMBIDAILY NASIONAL - Hari Kedua (Selasa, 20/08/2019) Pelatihan gugus tugas Kota Layak Anak (KLA) dengan analisis pengarusutamaan hak anak (PUHA) tingkat provinsi Jambi tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi, di Hotel Ratu Kota Jambi, menghadirkan narasumber Rohika Kurniadi SH Msi, Asisten Deputi (Asdep) Pemenuhan hak anak atas pengasuhan keluarga dan lingkungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Republik Indonesia.

Dalam materinya berjudul "Percepatan Provinsi Jambi Menuju provinsi layak anak (Provila)" Rohika, menyampaikan perkembangan berbagai hal terkait KLA secara nasional dan provinsi Jambi khususnya.

"Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan, lantas kapan perlindungan anak itu,? 8 Jam di Sekolah, 8 Jam di Rumah dan 8 Jam Lainnya. Undang-undang No.35 tahun 2014 tetang perubahan pertama atas Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, di pasal 21 Ayat (4) Pemerintah daerah berkewajiban untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah; Ayat (5) Kebijakan sebagaimana dimaksud pada Ayat (4) diwujudkan melalui upaya daerah membangun Kabupaten/Kota Layak Anak. Apa yang dimaksud KLA,? Kabupaten/Kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan," Urai Rohika.

Lalu Rohika, menegaskan untuk perlindungan anak harus dilakukan oleh orang dewasa sebesar 69 Persen dan 31 persen ada pada anak itu sendiri. Dilindungi artinya dipenuhi hak-haknya dan diberikan perlindungan khusus, jika termasuk dalam kategori 15 AMPK (Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus).

"Hak anak yang harus dipenuhi itu, Pertama hak sipil; kedua Lingkungan keluarga dan pengasuhan orang tua; ketiga, kesehatan dan kesejahteraan; keempat, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang. Empat pemenuhan hak ini, juga hak utama yang dilakukan, baru jika menjadi korban dengan khusus. Banyak yang masih mengartikan perlindungan anak itu ketika jadi korban, padahal tidak. Pemenuhan hak umum dulu," Jelas Rohika.

Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi, saat ini ada 6 Kabupaten/Kota di provinsi Jambi mendapat predikat KLA untuk tahapan Pratama, yaitu: Kabupaten Bungo, Tebo, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Kota Sungai Penuh dan tahapan Madya yaitu: Kota Jambi.

"Indonesia, untuk tahun 2006-2010 Piloting di 20 Kab/Kota, 2010-2011 KLA direvitalisasi, 2011-Juli 2019: 435 Kab/Kota. Hasil Evaluasi KLA 2019, 79 Kab/Kota itu belum melaksanakan KLA, 247 Kab/Kota sudah memperoleh award 2019, sedangkan 188 Kab/Kota belum memperoleh award 2019. Di Provinsi Jambi baru 6 Kab/Kota Pratama dan Madya, ayo ditingkatkan menuju Nindya bahkan Utama. Dan 5 Kabupaten lagi mari terus didorong agar dapat memulai untuk menuju KLA," Ungkap Rohika.

Menariknya provinsi Jambi dari data yang diungkapkan oleh Rohika, angka perkawinan anak-anak diangka 12,7 persen, lebih tinggi secara nasional dan Jambi masuk zona merah "Ini benar-benar harus menjadi pemikiran bersama, karena Jambi memiliki angka perkawinan anak lebih tinggi dari rata-rata secara nasional dan masuk zona merah. Kami sungguh prihatin karena masih anak-anak udah punya anak, efek perkawinan dibawah umur akan berakibat besar kedepannya, tanggung jawab kita bersama," Tegas Rohika.

"Semua harus segera dan komitmen semua pihak melakukan aksi nasional, Pola Asuh merupakan tugas kita bagi generasi penerus bangsa Indonesia kedepannya. Mulailah melibatkan anak, hingga membentuk anak yang lebih aktif dalam berpendapat. Apalagi sudah kita bentuk forum anak, harus kita lakukan dari keluarga. Untuk KLA dari terbawah yaitu tingkatan RT, kita memulai gerakannya," Imbuh Rohika.

Selain itu, harapan Rohika pemerintah provinsi Jambi seperti Kabupaten dan Kota menyediakan adanya fasilitas taman-taman yang ramah anak sesuai standarisasi dan ketentuan, sehingga benar-benar dapat memenuhi kebutuhan bermain namun juga aman bagi anak.

"Adakah taman yang ramah khusus untuk anak-anak di kota Jambi ini,? jika belum dorong pemerintah untuk menyediakan itu, benar-benar ramah bagi anak. Fasilitas bermain, tingkat keamanan seperti adanya kamera pemantau, tidak terlalu dekat dengan jalan umum atau berada dipinggiran jalan umum yang berbahaya bagi keselamatan anak. Sekolah-sekolah yang berada dipinggir jalan harus ada petunjuk bagi pengendara, masih banyak korban kecelakaan anak-anak karena dekat dengan jalan umum," Harap Rohika.

Disesi diskusi, menjawab pertanyaan jambidaily.com berkenaan dengan peran dan kondisi media massa terhadap ramah anak serta perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat di Indonesia saat ini.

"KPI harus mengevaluasi tayangan-tayangan yang tidak ramah anak dan itu sudah dilaksanakan KPI. Kita perlu juga membuat jaringan media peduli anak, mungkin Jambi bisa menjadi Inisiatif, ayo Jambi lakukan itu. Ingat awal kita membunuh anak ialah saat memberikan smartpone dan membiarkan mereka menggunakan Handphone, karena alasan supaya tidak rewel. Kembali pada pola asuh, Kita harus kuatkan kapasitas keluarga. Di Indonesia ada 65 juta keluarga, orang tua harus mampu menjadi pengasuh, pemelihara, pendidik dan menumbuhkan pengembangan bakat sesuai minatnya, orang tua jadilah sosok baik bagi anak gunakan waktu agar dapat merubah perspektif pemikiran mereka sehingga mereka merekam pengalaman-pengalaman baik bersama orang tuanya. Keluarga itu pelopor dan pelapor pengasuhan KPPA mendorong, dalam hal ini sangat penting menguatkan kapasitas orang tua, lewat PKK, pusat pengajaran keluarga dan lainnya. Tidak hanya itu, perlu juga harus bertebaran dimana-mana ada pengasuh, kita harus kompak. Semua pihak termasuk Media, untuk KLA Media pilar keempat dalam mewujudkannya," Bebernya kepada jambidaily.com dan peserta pelatihan.

Kemudian, apa pesan Rohika Kurniadi untuk pemerintah Kabupaten dan pemerintah Provinsi Jambi yang belum mendapatkan KLA,? "Keluar dari Ruangan ini, Ayo Kita Mulai," Pungkas Rohika.

 

(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:
Targetkan KLA Se-Provinsi Jambi 2020, Dinas P3AP2 Gelar Pelatihan Gugus Tugas dengan Analisis PUHA

KOMENTAR DISQUS :

Top