Selasa, 17 September 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Jam Tertentu, Kabut Asap di Kabupaten Tanjabtim Kategori Tidak Sehat

Selasa, 20 Agustus 2019 16:48:45 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) akibat musim kemarau yang terjadi di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), saat ini masih terus terjadi. Dari dampak Karhutla tersebut, kabut asap di Kabupaten Tanjabtim belum dikategorikan terparah.

Hal ini disampakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, Gustin. Dia mengatakan, khususnya satu minggu terakhir terhitung sejak tanggal 14 Agustus 2019 lalu, kualitas udara ada diangka sedang, yakni dibawah 50. Namun, ada jam-jam tertentu yang dikategori udara tidak sehat.

"Dari pukul 00.00 WIB malam sampai pukul 06.00 WIB pagi itu udaranya tidak sehat. Tapi pada jam tersebut, kebanyakan masyarakat juga tidak beraktifitas diluar rumah, terkhusus bagi anak-anak," katanya

Memang Satu minggu terkahir ini, lanjutnya, kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sadu dan Berbak mengalami peningkatan. Namun untuk kualitas udara di Tanjabtim mengalami penurunan cukup signifikan.

"Ada beberapa hari kualitas udara mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan. Tidak seperti pada tanggal 14 sampai 15 Agustus kemarin yang cukup dominan, namun diluar waktu aktifitas masyarakat," sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati menuturkan, walaupun kualitas udara masih dikategorikan sedang, namun Dia menghimbau agar masyarakat menggunakan masker jika beraktifitas diluar rumah untuk mengurangi dampak dari asap atau debu yang bisa berefek kepada penyakit saluran pernafasan.

"Untuk itu diharapkan kepada masyarakat, khususnya anak bayi, ibu hamil, masyarakat yang memiliki gejala penyakit jantung dan Lansia, diusahakan agar tidak keluar rumah pada saat jam tertentu," ungkapnya.

Untuk tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan sudah melakukan pemberian masker kepada masyarakat, yakni di Kecamatan Sadu, Berbak, Mendahara dan Geragai.

"Ambulance juga kita 'stand by' kan di daerah dampak munculnya titik hotspot, seperti di Kecamatan Sadu dan Berbak. Jadi disana kita lengkapi dengan oksigen," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmat saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Jika memang kategori udara sudah tidak sehat, maka Dinas Pendidikan akan menyesuaikan.

"Kalau memang udara sudah tidak sehat bagi anak-anak, tentu kita akan berkoordinasi lebih lanjut untuk libur sekolah. Tapi sampai saat ini belum membahayakan, jadi sekolah tidak diliburkan," tukasnya. 


Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top