Rabu, 19 Februari 2020 |
Politik

Disdikbudpora Tebo: Pembangunan Sekolah di Lahan HP, Jangan Dipolitisir

Kamis, 12 Mei 2016 18:03:17 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY POLITIK-Mencuat pertanyaan terkait pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) satu atap di Dusun Sentanu Desa Balairajo Kecamatan Tujuh Koto Ilir diatas hutan kawasan atau Hutan Produksi (HP), Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Tebo minta hal tersebut jangan dipolitisir.

"Kami telah berkoordinasi untuk mendapatkan izin pinjam pakai penggunaan lahan ke Gubernur Jambi, Dinas Kehutanan maupun pihak terkait lainnya,"klaim Kepala Disdikbudpora Tebo Zulkipli, Rabu 11 Mei 2016, terhadap sekolah yang baru ini telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Tebo H Sukandar.

Dijelaskannya, pembangunan sekolah tersebut dibiayai APBN 2016 dan diempat wilayah lainnya, di dusun Plumpang Jaya Desa Balai Rajo Kecamatan Tujuh Koto Ilir, Desa Semambu Kecamatan Sumay, Desa Pemayungan Kecamatan Sumay dan Desa Sungai Bengkal Barat Kecamatan Tebo Ilir.

"Total pembangunan SMP satu atap tersebut sebanyak lima titik dengan aloklasi APBN senilai Rp 5 milyar lebih.  Jangan sampai pembangunan SMP satu atap tersebut di atas hutan kawasan itu dipolitisir, meskipun saat ini sudah memasuki tahun politik,"tandas Zulkipli.

Berbeda, Kepala Dinas Kehutanan Tebo, Prayitno, mengatakan, pihak Disdikbudpora belum melakukan koordinasi kepada pihaknya.

"Secara langsung kita tidak pernah dikordinasikan oleh pihak Dikbudpora,"jelasnya.

Hanya saja, menurut aturannya, khusus untuk fasilitas umum (Fasum) izin pinjam pakai pengguna lahan Hutan Produksi (HP) seluas 5 hektar cukup melalui Pemprov Jambi atau Gubernur.

"Jika luasan diatas 5 hektar maka harus ada izin dari Menteri Kehutanan.  Hal lain saya enggan komentar,"pungkasnya.(jambidaily.com/ARD)

KOMENTAR DISQUS :

Top