Selasa, 12 November 2019 |
Ekonomi

48 Hektare Tanaman Padi di Tanjabtim, Gagal Panen

Selasa, 24 September 2019 20:00:36 wib
ilustrasi/liputan6.com

JAMBIDAILY TANJABTIM - Akibat kemarau panjang yang masih terjadi saat ini, membuat sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menjadi kekeringan. Bahkan, ada sekitar 48 Hektare tanaman padi petani yang mengalami puso (gagal panen).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjabtim, Sunarno melalui Kabid Tanaman Pangan, Mahmud mengatakan, bahwa tanaman padi yang mengalami gagal panen terjadi pada kelompok tani Embun Pagi II, tepatnya di Desa Kota Kandis, Kecamatan Dendang.

"Itu dampak dari kemarau yang panjang, sehingga menyebabkan kekeringan pada tanaman padi petani," kata Mahmud, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/9).

Mahmud menjelaskan, bahwa di tanaman padi kelompok tani tersebut, memang tidak lagi memiliki sumber air, sehingga padi gagal panen. Namun bagi lahan padi yang memiliki potensi air, pihaknya akan membantu dengan mesin pompa air dan hentraktor, sebagai upaya agar tidak terjadinya kekeringan.

"Lahan tanaman padi yang puso di Dendang waktu puso memang tidak ada lagi sumber air. Tapi bagi lahan pertanian yang masih ada potensi air, masih punya kesempatan untuk panen," ungkapnya.

Selain di Dendang, lahan tanaman padi petani di Kecamatan Geragai juga terancam mengalami puso. Sebab, walau pun di lokasi sawah memiliki potensi air, namun air tidak bisa dinaikan ke sawah, karena airnya asam.

"Ya, lahan tanaman padi di Geragai itu luas, tapi terancam gagal panen. Karena kadar air di sekitar sawah itu asam," sebutnya.

Sementara, untuk jumlah lahan padi yang kekeringan masih di data oleh tim PUPT. Nanti tim itu lah yang berhak menentukan kering ringan, sedang dan berat hingga puso. Jadi mereka lah yang mempunyai tanggung jawab untuk menentukan itu.

"Hingga sekarang kita belum mendapatkan data jumlah kekeringan lahan padi. Kita juga masih menunggu konfirmasi dari tim PUPT," tuturnya.

 

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top