Kamis, 23 Januari 2020 |

1200 siswa Ikuti Wisata Belajar di Rumdis Bupati Merangin

Senin, 24 Agustus 2015 09:56:43 wib

JAMBIDAILY IPTEK-Sejak akhir pekan lalu (28/08), Rumah dinas (Rumdis) Bupati Merangin H Al Haris,  resmi dibuka menjadi lokasi wisata belajar.

Pada hari pembukaan itu, sekitar 1.200 anak murid Sekolah Dasar (SD) di Bangko mengunjungi istana Merangin tersebut.

Anak-anak dari SD Negeri 01 Merangin, SD Negeri 03 Merangin, SD Negeri 60 Merangin dan SD Negeri 98 Merangin itu, pertama diajak menonton film potensi wisata Kabupaten Merangindi Aula Utama rumah dinas bupati.

Selanjutnya anak-anak digiring masuk ke rumah dinas. Di dalam rumah dinas bupati itu, anak-anak diberitahu ruangan-ruangan yang ada dan fungsi dari ruangan tersebut. Anak-anak yang baru kali pertama berjunjung ke rumah dinas sangat kagum menyaksikannya.

Setelah puas mengenali isi istana, anak-anak digiring ke perkarangan rumah. Diperkarangan rumah yang tamannya tertata apik itu, anak-anak dipersilahkan mencatat dan menyaksikan berbagai jenis tanaman pohon dan bunga-bunga.

 ‘’Kita ingin siapa saja mengenal rumah dinas bupati, tidak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa. Selama ini dari sekian ribu anak sekolah di Merangin, hanya sekitar 20 persen yang pernah ke rumah dinas bupati,’’ujar Ketua TP PKK Merangin Hj Hesnidar Haris.

Kondisi itu jelas wanita yang lebih akrab disapa Hesti tersebut, sangat tidak baik. Rumah dinas bupati merupakan rumah rakyat yang siapa saja bisa berkunjung ke rumah tersebut. Tak heran bila Hesti memprogramkan rumah dinas bupati menjadi lokasi wisata belajar.

Ratusan jenis pohon dan bunga-bungaan yang telah diberi merk nama dengan bahasa Indonesia dan latin itu, membuat anak-anak jadi lebih mengenali nama pohon. Menariknya bagi anak-anak yang mencatat terbanyak jumlah pohon akan mendapatkan hadiah.

Selain aneka jenis pohon, di rumah dinas bupati Merangin itu juga ada Burung Kuaw. Burung indah yang menjadi ikonnya Kabupaten Merangin tersebut terpelihara dengan baik. Tidak hanya itu, ada juga Batu Sungkai yang telah diolah menjadi berbagai perabot.

Batu yang awalnya dari batang pohon yang membatu berusia ratusan tahun itu, konon di Indonesia hanya ada di Merangin dan Kalimantan. Tak heran jika berbagai kerajinan dari Batu Sungkai ini menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan.

‘’Kedepan wisata belajar ini tidak hanya tertuju di rumah dinas bupati, tapi ke Museum Geopark yang akses jembatan menuju ke museum itu tengah dikerjakan atas bantuan Bapak Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus,’’terang wanita pencinta bunga ini.

Diharapkan Hesti, dengan mengenalkan rumah dinas Bupati Merangin kepada anak-anak dan siapa saja yang berjunjung ke rumah dinas bupati, mudah-mudahan mereka akan lebih mencintai Kabupaten Merangin.(jambidaily.com/HMS/TEG)

KOMENTAR DISQUS :

Top